Kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 menimbulkan masalah baru terkait ijin penerbangan Air Asia yang juga ditengarai terjadi pada maskapai penerbangan lainnya. Dan sebagai akibatnya ijin penerbangan Air Asia dibekukan ataupun dihentikan oleh Menteri Perhubungan Jonan bahkan Menteri Jonan pun sempat memarahi salah satu Direktur Air Asia yg tidak mengindahkan prosedur keselamatan penerbangan. Langkah ataupun kebijakan yg diambil Menhub mengundang tanggapan beragam dari masyarakat baik yg pro maupun kontra dan juga kritik dari berbagai kalangan.
Menurut pandangan saya pribadi, sikap kritis itu diperlukan dan di dalam bingkai agama pun hal tersebut diletakkan secara indah dalam salah satu ayat yaitu "dan saling nasehat menasehatilah kamu dalam kebaikan".
Sejauh di maksudkan untuk kebaikan maka kritik harus dan perlu dilakukan tetapi dengan cara yang baik, proporsional, seimbang (balance) dan juga menawarkan solusi atau jalan keluar. Hal ini kita kenal sebagai sikap kritis atau kritik yg konstruktif dan juga sekaligus menghindarkan kita untuk tidak terjebak pada sikap kritis yang kontra produktif dan destruktif, menambah ruwet masalah ataupun bahkan menimbulkan perpecahan.
Untuk saat ini mengenai khususnya masalah ijin penerbangan yg melibatkan Kemenhub, otoritas bandara dan stake holders lainnya harapan saya dan tentunya/seharusnya akan ada tim investigasi yg dibentuk untuk membuat "terang/jelas" masalahnya sehingga menurut saya kita sebaiknya memberikan ruang dan waktu kepada tim untuk bekerja dan menyampaikan kesimpulannya baru kemudian di kritisi kalaupun memang ada yang perlu dikritisi untuk perbaikan/penyempurnaan.
Mengenai tindakan Bapak Menteri Jonan apakah dalam kontek keadaan di Indonesia dan juga mental birokrasi hal tersebut merupakan suatu bagian dari strategi dan atau merupakan satu-satunya cara tercepat, terbaik atau terakhir dalam membongkar "hal-hal yg tidak beres" oleh oknum baik di Kemenhub atau otoritas bandara dan stake holders lainnya atau dalam rangka "smart move" saya tidak mau berandai-andai karena "we never walked in his shoes" dan tentunya pada akhirnya waktu juga yg akan berbicara apakah langkah tersebut benar atau tidak atau pencitraan dll.
Namun demikian saya ingin mengingatkan khususnya diri saya sendiri bahwa "in many ways, the work of a critic is easy as we risk very little yet enjoy a position over those who offer up their work and their selves to our judgement". * pandangan pribadi (*HE/Swedia/7/01/2015)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar